Lab 19. Wireless Bridge
Lab 19. Wireless Bridge
Bridge adalah alat yang
mampu menghubungkan jaringan komputer LAN yang berbeda. Bridge memungkinkan
sekali untuk dilakukannya koneksi jaringan komputer semisal Ethernet dengan
fast Ethernet, ataupun segala tipe jaringan yang serupa maupun sama namun dalam
wilayah LAN yang berbeda. Itulah sedikit pengertian bridge.
Pertama-tama seperti biasanya, kita akan menuju ke menu Wireless dan langsung mengaktifkan Wlan1 di WiFi Interfaces. Lalu, masuk ke menu konfigurasinya. Gantilah modenya menjadi mode ap bridge, seperti biasanya kita mengkonfigurasi AP. disini saya menggunakan band 2GHZ-B/G/N, bebas untuk diganti. Untuk Channel, Frequency juga boleh diganti.
Disini saya menggunakan nama (SSID) Wireless Bridge. Tekan
Apply dan Ok apabila sudah.
Lalu, kita masuk ke menu IP > Addresses untuk memberi
Wlan1 alamat IP.
Selanjutnya kita menambahkan IP untuk interface Ether2,
karena kita memakai Ether1 untuk mengkonfigurasi router A, nah dan yang Ether2
yang nantinya akan digunakan untuk klien.
Jangan lupa untuk menyetting IP klien di PC/laptop klien yang
tercolok ke Ether2 dengan gateway yang sama persis dengan settingan Ether1-nya,
yaitu 100.100.100.1/24.
Step berikutnya adalah membuat bridge. Masuk ke menu Bridge,
tambahkan yang baru.
Step berikutnya, kita masuk ke menu Port, dan menambahkan 2
port.
Yang pertama, untuk Wlan1, setting dengan mengganti
Interfacenya menjadi Wlan1, dan juga bridge-nya yang sudah kita buat di menu
Bridge, yaitu AP bridge1.
Tekan Apply dan Ok apabila selesai.
Yang kedua, untuk Ether2/interface yang tercolok ke klien,
sama seperti diatas, cuman untuk Interface-nya diganti menjadi Ether2.
ROUTER B (STATION-BRIDGE + BRIDGE)
Menuju ke konfogurasi Wireless, hidupkan Wlan1 dan gatilah
modenya menjadi station bridge, settingan yang lain untuk router ini saya
samakan dengan router A.
setelah selesai, tekan Apply dan Ok.
Lalu, kita menuju ke menu IP untuk menambahkan IP pada Wlan1
router ini. ingat! Kita harus menyamakan IP Wlan ini dengan router A (AP),
tetapi kita harus memberi angka yang berbeda di networknya, misal di router A
sudah memakai 192.100.100.1, maka di router B ini harus 192.100.100.2 agar
tidak tabrakan saat nanti saling dihubungkan.
setelah itu, kita tambahkan alamat IP untuk Ether2 yang
terhubung dengan klien*.
Disini saya menggunakan IP 100.100.100.1/24 . Tekan Apply dan
Ok apabila sudah selesai.
Sekarang masuk ke menu Bridge dan tambahkan yang baru.
tekan Apply dan Ok apabila sudah selesai.
Lalu kita masuk ke menu Ports di Bridge. Tambahkan 2,
Yang pertama untuk Wlan1. Gantilah Interface-nya menjadi
wlan1 dan Bridge-nya juga diganti menjadi tadi yang sudah kita tambahkan di
menu bridge yang lalu, yaitu Stationbridge1.
Tekan Apply dan Ok apabila sudah selesai mengkonfigurasi.
Yang kedua untuk Ether2 yang terhubung ke klien. Konfigurasi
sama seperti konfigurasi, tetapi gantilah Interface-nya menjadi ether2.
*jangan lupa untuk menyetting gateway untuk klien router B
ini sama seperti IP Ether1 yang tadi kita telah buat, yaitu 100.100.100.1.
Nah seharusnya, apabila sudah selesai. Kedua klien di tiap
router dapat melakukan ping satu sama lain.
Komentar
Posting Komentar